Karena digunakan oleh jutaan situs, WordPress menjadi target populer para peretas. Untungnya, sebagian besar serangan bisa dicegah dengan langkah-langkah dasar. Artikel ini merangkum praktik keamanan WordPress penting yang wajib Anda terapkan untuk melindungi situs.
Langkah-langkah Dasar yang Wajib
- Selalu perbarui inti WordPress, tema, dan plugin — pembaruan sering menambal celah keamanan.
- Gunakan sandi yang kuat dan ganti username “admin” default yang mudah ditebak.
- Batasi percobaan login untuk mencegah serangan brute-force.
- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk lapisan keamanan tambahan.
- Pasang sertifikat SSL agar koneksi terenkripsi (HTTPS).
Menyembunyikan Versi WordPress
Secara default, WordPress menampilkan nomor versinya di kode sumber, yang bisa dimanfaatkan penyerang. Sembunyikan dengan menambahkan ini ke functions.php:
<?php
remove_action('wp_head', 'wp_generator');
?>
Menonaktifkan Editor File Bawaan
Dashboard WordPress memiliki editor file tema dan plugin. Jika akun admin diretas, fitur ini bisa dipakai menyisipkan kode berbahaya. Nonaktifkan dengan menambahkan baris ini ke wp-config.php:
<?php
define('DISALLOW_FILE_EDIT', true);
?>
Melindungi File Penting
Pertimbangkan juga membatasi akses ke file sensitif seperti wp-config.php dan xmlrpc.php melalui konfigurasi server, karena keduanya sering menjadi sasaran.
Kesimpulan
Menjaga keamanan WordPress adalah proses berkelanjutan, bukan sekali selesai. Kombinasikan pembaruan rutin, sandi kuat, pembatasan login, dan pengaturan di atas untuk membangun pertahanan berlapis yang efektif.
Referensi: untuk penjelasan lebih mendalam, kunjungi dokumentasi resmi WordPress.

