PHP MySQL adalah pasangan teknologi paling populer untuk membangun aplikasi web dinamis. PHP menangani logika di sisi server, sedangkan MySQL menyimpan dan mengelola data. Kombinasi keduanya menjadi fondasi di balik banyak situs terkenal, termasuk WordPress. Artikel pengenalan ini akan membekali Anda dengan dasar sebelum mulai praktik.
Apa Itu MySQL?
MySQL adalah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) bersifat open-source. Disebut “relasional” karena data disimpan dalam tabel-tabel yang bisa saling berhubungan. Beberapa alasan MySQL sangat populer: gratis, cepat, andal, berjalan di berbagai sistem operasi, serta didukung hampir semua layanan hosting.
Bagaimana Data Disusun
Bayangkan MySQL seperti kumpulan spreadsheet. Setiap database berisi satu atau lebih tabel. Setiap tabel terdiri dari baris (record) dan kolom (field). Contohnya, tabel pengguna bisa memiliki kolom id, nama, dan email, dengan setiap baris mewakili satu orang.
Berkomunikasi Lewat SQL
Untuk “berbicara” dengan MySQL, kita menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language). Empat perintah dasarnya dikenal dengan singkatan CRUD: SELECT (membaca), INSERT (menambah), UPDATE (memperbarui), dan DELETE (menghapus). Contoh perintah sederhana:
SELECT email FROM pengguna WHERE nama = 'Budi';
MySQLi atau PDO?
PHP menyediakan dua cara resmi untuk terhubung ke MySQL:
- MySQLi — khusus untuk database MySQL, tersedia gaya prosedural maupun berorientasi objek.
- PDO — mendukung banyak jenis database, sehingga kode lebih portabel.
Keduanya mendukung prepared statement untuk mencegah SQL injection. Hindari ekstensi lama mysql_* yang sudah dihapus sejak PHP 7.
Persiapan Sebelum Memulai
Untuk mempraktikkan seri tutorial ini, pasang server lokal seperti XAMPP yang sudah menyertakan PHP, MySQL, dan phpMyAdmin (antarmuka visual untuk mengelola database).
Kesimpulan
Setelah memahami dasar PHP MySQL ini — apa itu MySQL, bagaimana data disusun, dan peran SQL — Anda siap ke tahap praktik: menghubungkan PHP ke MySQL, membuat database dan tabel, hingga operasi CRUD lengkap di artikel-artikel berikutnya.
Referensi: untuk penjelasan lebih mendalam, kunjungi dokumentasi resmi PHP (php.net).

