Ketika sebuah program perlu menyimpan banyak data — misalnya daftar nama siswa atau isi keranjang belanja — membuat variabel terpisah untuk setiap item jelas tidak praktis. Solusinya adalah PHP Array, sebuah variabel khusus yang mampu menampung banyak nilai sekaligus dalam satu wadah.
Mengapa Membutuhkan Array?
Bayangkan Anda menyimpan lima nama buah. Tanpa array, Anda harus membuat $buah1, $buah2, dan seterusnya — merepotkan dan tidak fleksibel. Dengan array, kelima nama itu cukup disimpan dalam satu variabel dan diakses melalui indeks. Array ibarat sebuah rak bertingkat: satu rak, banyak kotak bernomor.
Array Berindeks
Jenis array paling dasar memakai angka (dimulai dari 0) sebagai kunci:
<?php
$buah = array("Apel", "Mangga", "Jeruk");
// atau sintaks singkat sejak PHP 5.4:
$buah = ["Apel", "Mangga", "Jeruk"];
echo $buah[0]; // Apel
echo $buah[1]; // Mangga
?>
Perhatikan bahwa elemen pertama berada di indeks 0, bukan 1. Ini adalah hal penting yang sering membingungkan pemula.
Menambah dan Mengubah Elemen
<?php $buah[] = "Pisang"; // menambah di akhir $buah[1] = "Durian"; // mengubah elemen indeks 1 ?>
Array Asosiatif
Alih-alih angka, array asosiatif memakai kunci berupa teks agar data lebih bermakna:
<?php
$siswa = array(
"nama" => "Budi",
"umur" => 20,
"email" => "budi@contoh.com"
);
echo $siswa["nama"]; // Budi
?>
Array asosiatif sangat berguna untuk merepresentasikan satu entitas dengan banyak atribut, mirip satu baris data pada tabel database.
Array Multidimensi
Array juga dapat berisi array lain, cocok untuk data bertingkat seperti tabel:
<?php
$data = array(
array("Budi", 20),
array("Siti", 22)
);
echo $data[1][0]; // Siti
?>
Di sini $data[1] menunjuk baris kedua, dan [0] mengambil elemen pertama baris tersebut.
Menelusuri Isi Array dengan foreach
Cara paling umum menampilkan seluruh isi array adalah dengan foreach:
<?php
foreach ($buah as $item) {
echo $item . "<br>";
}
// untuk array asosiatif, ambil kunci sekaligus nilai:
foreach ($siswa as $kunci => $nilai) {
echo "$kunci: $nilai <br>";
}
?>
Fungsi Array yang Sering Dipakai
| Fungsi | Kegunaan |
|---|---|
count($arr) | Menghitung jumlah elemen |
array_push($arr, $x) | Menambah elemen di akhir |
in_array($x, $arr) | Mengecek apakah nilai ada |
array_keys($arr) | Mengambil semua kunci |
implode(", ", $arr) | Menggabung array jadi teks |
Contoh Praktik: Menghitung Total Belanja
<?php
$harga = [15000, 25000, 10000];
$total = 0;
foreach ($harga as $h) {
$total += $h;
}
echo "Total: Rp" . number_format($total, 0, ",", "."); // Rp50.000
?>
Kesalahan Umum
- Lupa indeks mulai dari 0, sehingga salah mengakses elemen.
- Mengakses kunci yang tidak ada, yang memunculkan warning. Cek dengan
isset()terlebih dahulu.
Kesimpulan
PHP Array adalah fondasi pengolahan data. Anda telah mempelajari array berindeks, asosiatif, multidimensi, cara menelusurinya dengan foreach, serta fungsi-fungsi penting. Selanjutnya, pelajari cara mengurutkan array (sorting) untuk menata data sesuai kebutuhan.
Referensi: untuk penjelasan lebih mendalam, kunjungi dokumentasi resmi PHP (php.net).

